Relawan kegiatan Children Crisis Centre akibat Gempa di Sumatera Barat Tahap I, 11- 25 Oktober 2009, patut disampaikan apresiasi atas kerelawanannya. Relawan relawan tersebut adalah:
H. Muchtar Bahar, sebagai penanggung jawab program, ketua Yayasan Bina Masyarakiat Sejahtera dan aktif sebagai Pengusus Ikbal AMM Sumbar Jaya. Selain itu aktif dalam berbagai jaringan LSM di Jakarta. Dengan alamat Kompek SPS Puri Indah D4/3, Kembangan, Jakarta Barat, 11610. HP0811104249
H. Farhan Muin Dt Bagindo, pensiunan Pemda DKI Jakarta pendiri dan pengurus Ikbal AMM Sumbar Jaya, Pendiri YPMUI , aktif di Gebu Minang, Yayasan Rumah Gadang, Yayasan Bunda Kanduang, Bako IKK Kab. Agam. Alamat : Jl. Jati RayaNo. 26, Jati rawamangun, Jakarta Timur. HP. 0813844422252.
Muhamad Rony, saat ini aktif Di BMT Ibaadur Rahman, Ciawi Bogor. Anggota relawan yang juga berpengalaman di LSM dan keuangan mikro. Perum Bantar Jati Permai, tinggal di Jl. Calincing No.3 Rt 005/RW 13, Kelurahan Tegal Gundil, Bogor Utara, 1`6152, HP. 081317199998
Imran Siddiq, mantan wartawan tinggal di Komplek SPS Puri Indah,Jakarta Barat, aktif dalam berbagai kegiatan social kemasyarakatan di Puri Indah. Komplek SPS Puri Indah D6/16, Kembangan Jakarta 11610. HP 0811812101
Chairil Anwar Tanjung, tinggal di bekasi berpengalaman dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat, sebagai wakil Ketua yayasan Bina Masyarakat Sejahtera untuk pendampingan anak jalanan, pembangunan permukiman dan jaringan pemantau pembangunan. Tinggal di Taman Wisma Asri, Blok D24/43, Bekasi Utara, 17121 HP. 08128749257
Ersa Mardiah, lulusan Universitas Negeri Jakarta di bidang konseling, tinggal di Jakarta. Putri Salmiayati Muchtar yang aktif di Ikbal AMM Sumbar Jaya, Sekolah dhu’afa YPMUI, Bogor. Dengan alamat: Jl. Kayu 6 No 14, RT 04/RW 05, Kampung Ambon, Kayu Putih, Pulo Gadung, Jakarta Timur, 1320 HP. 085691468890
Abdul Latif, karyawan KFC yang dirumhkan, karena KFC di Hotel ambacang, hancur. Aktif dalam berbagai kegiatan kepemudaan, kepramukaan dan sosial tingal di Parupuak, Tabing Padang.
Afma Tampan, aktif dalam berbagai kegiatansosialdan budaya di Sumatera Barat, manager Radio Sushi FM. Tinggal di Jl.Binuang No. 26, Pauh, Padang. HP. 081374362368. Ia juga sebagai Ketua Pelawak Sumatera Barat
H. Agusri Said, dengan alamat: Jl. Radin Inten II Rt 08 RW 10, Kel. Duren Sawit, Jakarta Timur, aktif di Ikbal AMM Sumbar Jaya,YayasanRumah Gadang, YPMUIdan berbagai organisasi kemasyarakatan lainnya.Hp. 081314004565.
H. Rusman Amra, wartawan Titian dan aktif di Ikbal AMM Sumbar Jaya, YPMUI dan juga aktif di Bako IKK Kota Padang. Tinggal di Pasar, Minggu Jakarta Selatan. HP. 0811900488
Selain itu, sejumlah relawan yang aktif dalam tahapan persiapan di Jakarta dan penggalangan dana yang diperlukan seperti H.Taufik Bey, H.Lahmuddin Noor, H. Drs,. Albazar MM, Hashnim Fadly hasan M.Si, Ir. Ir. H. Yanuar Muin, Hj. Yulinar Ismail, Siswanto Imam P. SE dan banyak lagi.
Gempa Bumi terjadi di Pariaman Provinsi Sumatera Barat dengan kekuatan 7.6 SR yang berpusat di laut dengan kedalaman 71 KM. Gempa Bumi terasa sampai ke negara tetangga seperti Malaysia, dirasakan akibatnya di kota Medan, Aceh, Palembang, Jambi dan Pekanbaru. Gempa yang terjadi 30 September 2009, jam 17.16 itu telah mengakibatkan hancurnya perumahan, fasilitas umum, kantor pemerintahan dan fasilitas ekonomi.
Catatan sementara hingga 10 Oktober 2009 Hasil assesment relawan Muhammadiyah di Kabupaten Pariaman misalnya, telah mengakibatkan 431 orang meningal dan 322 orang luka berat, 133 Fasum rusak berat dan 33 lainnya rusak sedang, sebanyak 748 rumah ibadah rusak berat an 225 rusak sedang, 104 kantor rusak berat, 257 sekolah rusak berat dan 87 lainnya rusak sedang. Jumlah rumah yang rusak berat 70.608 buah, rusak sedang 11.407 buah dan rusak ringan 4.751 buah.
Dengan kondisi serupa di Kota Pariaman tercatat 32 orang meningal dan 88 orang luka berat. 27 fasum rusak berat, 125 rumah ibadah rusak berat dan 33 rusak sedang. Jumlah kantor yang mengalami rusak berat 35 buah dan rusak sedang 26 buah. Sementara itu, sebanyak 39 sekolah rusak berat an 21 rusak sedang dan 12.760 rumah penduduk rusak berat, 2.876 rusak sedang dan 2.531 buah rusak ringan.
Anak anak di lokasi gempa dengan lingkungan yang rusak, sekolah yang tidak dapat digunakan dan anggota masyarakat yang meninggal, terluka; mengalami persoalan psiychis, takut akan terulang gempa, takut sekolah, pendiam dan akibat sosial lain. Mereka inilah yang menjadi fokus dari Children Crisis Centre yang di-inisiasi oleh Yayasan BMS dan IKBAL AMM Sumbar Jaya. Dengan harapan melalui layanan ini dapat diberikan pertolongan pertama (emergency) pada anak anak untuk mencoba mengurangi akibat gempa, baik berupa gangguan psychis dan behavior pada anak anak yang menderita Post Traumatic Stress Disorder (PTSD-gangguan stress pasca trauma)
Kegiatan layanan bagi anak yang terkena musibah gempa di Sumatera Barat untuk tahap I, telah berlangsung sejak 11 hingga 25 Oktober 2009 yang lalu, berjalan dengan lancar. Kegiatan dilaksanakan di 9 lokasi yang berada di Kota Padang, Kota Pariaman, Kabupaten Pariaman dan Kabupaten Agam. Jumlah anak yang dilayani hampir 700 anak dan ratusan keluarga yang ikut serta.
Lingkup kegiatan yang dilaksanakan adalah: · Melaksanakan berbagai kegiatan art therapy (melukis, menggambar, mengarang) · Melaksanakan cognitive therapy (olah raga, group support dll) · Melaksanakan expressive therapy (menulis, menyanyi, menari, dll). · Memberikan hiburan yang bersifat edukatif (game, canda, lawak dll) Berlangsung nya kegiatan tersebut tentunya karena dukungan donasi dan doa berbagai pihak dan masyarakat yang peduli atas musibah ini. Keikhlasan dan motivasi relawan dari Jakarta dan dari Padang, dan redha Illahi merupakan kunci utama atas berjalannnya kegiatan ini. Mereka itu adalah tujuh relawan yang datang dari Jakarta dalam dua pemberangkatan serta dua relawan setempat.
Hingga 30 Oktober 2009 donasi dan dukungan yang diterima mencapai Rp. 30.005.000 dan telah dikeluarkan untuk kegiatan ini sebesar Rp.21.337.515, dengan saldo Rp.8.667.485. Saldo ini direncanakan akan digunakan untuk kegiatan Tahap II, dalam bentuk yang sama dengan kegiatan tahap I, yakni memberikan pemulihan psychologis dalam bentuk simulasi, dialog pastisipatif, nyanyi-canda, sulap, menggambar, mengarang dan berbagai lomba edukatif.
Sejalan dengan itu, kegiatan Tahap II dan lanjutan akan difokuskan pada penyiapan sarana bermain dan perpustakaan anak di lokasi prioritas, sehingga akan memberikan motivasi dan dorongan semangat bagi anak anak untuk belajar lebih giat. Ini merupakan harapan dari anak anak dan juga permintaan orang tua mereka. Untuk setiap unit Sarana Bermain dan Perpustakaan diperlukan biaya sekitar Rp 12.500.000. Data sementara yang dikumpulkan berdasarkan pengalaman kegiatan tahap I yang lalu dan usulan Posko Gempa di empat Kabupaten/Kota, Sumatera Barat, diperlukan paling kurang 25 Unit Sarana Bermain dan Perpustakaan.
Anak anak berdoa ” Ya Allah berikan lah redha Mu kepada orang orang yang peduli membantu kami” pada setiap akhir acara di semua lokasi kegiatan. Doa ini juga kami panjatkan agar dalam kegiatan mendatang berbagai donasi dan dukungan diberikan imbalan pahala dari Allah Swt."
Seusai doa diungkapkan, seorang ibu dengan anak yang di gendong di pengungsian Sungai Batang, bertanya " Kapan kembali lagi ?. Pertanyaan tersebut terasa menyentak kalbu. Kami hanya mampu menjawab " Insya'allah nanti ", dengan nada rendah sambil berpikir panjang dan manarik nafas dalam.
Harapan kami adalah donasi dan dukungan yang telah diberikan sebelumnya dapat dilanjutkan dalam kegiatan selanjutnya.